MENEMUKAN WAJAH YESUS DALAM BUDAYA
PAPUA.[1]
(Suatu kajian teologi Kontekstual untuk
menghadirkan Yesus sebagai seorang Papua)
Oleh : Dr. Karel Phil Erari.[2]
Pengantar.
Dalam decade 70-an Ketika Pater Peters menjadi Rektor Sekolah Tinggi Theologi Fajar Timur dan saya menjadi rektor STT-GKI I S Kijne (1976-1977) terbangun suatu wacana untuk mendisain suatu kerja sama Akademis antara kedua Lembaga Pendidikan Theologia yang diasuh oleh GKI di Tanah Papua dan Ke-empat Keuskupan di Papua.
Salah satu motif daripada wacana tersebut ialah mendirikan suatu Konsorsium
Pendidikan Teologi yang berbasis Budaya Melanesia, khususnya Papua.
Wacana tersebut, nampaknya belum siap untuk mendapat persetujuan dari
Uskup Muninghof maupun oleh pimpinan GKI di Tanah Papua. Kendati demikian
aktivitas kerjasama kedua lembaga pendidikan Teologia itu terus berlangsung
dalam bentuk pertukaran tenaga dosen dan kuliah gabungan antar mahasiswa, khusus dalam bidang Biblika dan Sistematika. Dr J Blommendaal, ahli PL di
STT GKI mengasuh bidang studi biblika bagi mahasiswa kedua institusi Teologi,
dan bidang Sistematika, Etika saya asuh bersama Dosen Etika dari STFT.
Dalam decade 70-an Ketika Pater Peters menjadi Rektor Sekolah Tinggi Theologi Fajar Timur dan saya menjadi rektor STT-GKI I S Kijne (1976-1977) terbangun suatu wacana untuk mendisain suatu kerja sama Akademis antara kedua Lembaga Pendidikan Theologia yang diasuh oleh GKI di Tanah Papua dan Ke-empat Keuskupan di Papua.
![]() |
| Dr. Karel Phil Erari |
