Minggu, 18 November 2012

SEPUTARAN KTT ASEAN 17 - 18 Nov 2012

KTT ASEAN 2012: KESIAPAN RI HADAPI MEA TERTINGGAL DARI SINGAPURA & MALAYSIA; Sabtu, 17 November 2012 | 18:10 WIB; Yusran Yunus
PHNOM PENH: Kesiapan Indonesia dalam pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) pada 2015 dinilai sudah cukup baik, dimana tingkat skor kesiapannya telah mencapai 82.
“Dilihat dari implementasi kesiapan di semua aspek yang dinilai, pencapaian RI itu sudah cukup baik, meski masih di bawah pencapaian Singapura dan Malaysia yang skornya 84. Kita masih memiliki waktu dua tahun untuk mencapai hasil yang lebih baik.Tetapi mencapai 90-95 pada 2015 dinilai sudah ideal,”kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di sela-sela Pertemuan Menteri Ekonomi se-Asean jelang KTT Asean ke-21 di Phnom Penh, Sabtu (17/11).
Menurutnya, besaran skor yang menggambarkan tingkat keberhasilan pelaksanaan program-program menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang dicapai oleh RI itu menunjukkan perkembangan cukup menggembirakan dan diharapkan perkembangan positif itu dapat terus dijaga dan ditingkatkan hingga pada pelaksanaan MEA di 2015. “Semua negara Asean akan saling mengejar ketertinggalannya dalam pelaksanaan program-program MEA dan menyadari untuk mendapatkan realisasi ideal tentu saja memerlukan kerja keras. Karena itu dalam pertemuan mengemuka pelaksanaan MEA tidak harus dimulai pada awal 2015, namun bisa saja pertengahan dan akhir 2015,”tuturnya.

Dia mengemukakan masing-masing negara Asean menyadari MEA akan mencapai sasaran meningkatkan perekonomian wilayah Asean jika mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, parlemen, dunia usaha dan masyarakat. Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Iman Pambagyo mengatakan masing-masing negara memiliki sejumlah hambatan di beberapa bidang yang harus diatasi segera dan dikomunikasikan dengan baik , diantaranya infrastruktur, kepabeanan, tingkat pendapatan per kapita, sumber daya manusia, kelembagaan keuangan. “Tiap negara berkomitmen untuk menyelesaikan kendala-kendala itu sehingga dicapai kesepahaman bersama menuju integrasi ekonomi Asean”. Menurut Iman, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menerbitkan Keputusan Presiden N0.23 tanggal 13 Agustus 2012 tentang Sekretariat Nasional Asean untuk menyiapkan segala langkah yang diperlukan dalam menghadapi penerapan Masyarakat Ekonomi Asean di 2015.
Sumber:http://m.bisnis.com/articles/ktt-asean-2012-kesiapan-ri-hadapi-mea-tertinggal-dari-singapura-and-malaysia
KTT ASEAN Ke-21 Digelar
2012-11-18 15:46:54 CRI


KTT ASEAN ke-21 pagi hari ini (18/11) digelar di Phom Phen, ibukota Kamboja. Para pemimpin dari 10 anggota ASEAN akan secara titik berat membahas peningkatan kerja sama regional, mendorong proses keintegerasian, dengan aktif menanggapi krisis utang Eropa dan tantangan global akibat kelemahan ekonomi dunia.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sebagai ketua bergilir ASEAN dalam pidatonya mengatakan, ASEAN mencapai keberhasilan dalam proses perkembangan selama 45 tahun dan mencapai kemajuan besar dalam pembangunan pengintegrasian. KTT akan membangun platform baik untuk mendorong proses pengintegrasian ASEAN, memperkuat daya pengaruh ASEAN, memelihara perdamaian dan pembangunan regional.  
Sumber: http://indonesian.cri.cn/201/2012/11/18/1s133076.htm

KTT ke-21 Dibuka PM Kamboja Hun Sen
Penulis : Wisnu Dewabrata | Minggu, 18 November 2012 | 08:06 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS - Perhelatan akbar rutin tahunan negara-negara organisasi kawasan Asia Tenggara (KTT ke-21 ASEAN) secara resmi akan dibuka dan dimulai, Minggu (18/11), oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di gedung Peace Palace, Phnom Penh, Kamboja.
Dari jadwal yang diperoleh wartawan Kompas Wisnu Dewabrata, usai pidato pembukaan, Hun Sen sekaligus juga akan meresmikan pendirian Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (AIPR), sebuah inisiatif yang sebelumnya digagas Indonesia.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut seluruh kepala negara dan pemerintahan dari 10 negara anggota ASEAN termasuk tuan rumah, Kamboja. Usai sesi pembukaan, sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 acara dimulai dengan plenary session para kepala negara ASEAN.
Selain peluncuran AIPR, dalam momen KTT ASEAN kali ini juga para kepala negara dan pemerintahan ASEAN akan menandatangani dokumen bersejarah adopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN (ADHR).
Dalam rapat persiapan sehari sebelumnya para menteri luar negeri ASEAN sepakat merevisi salah satu paragraph dalam deklarasi itu. Hal itu menyusul desakan dan pertanyaan dari banyak pihak terutama kalangan masyarakat sipil, yang mempertanyakan dan meragukan isi dari deklarasi itu. Mereka menilai ADHR justru mendegradasi dan mereduksi ketentuan dalam Deklarasi HAM Universal (UDHR) yang telah ada.
Pasca makan siang, para pemimpin ASEAN juga menggelar pertemuan dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ABAC). Usai acara itu para kepala negara dan pemerintahan ASEAN akan kembali bersidang dalam sesi retret di mana biasanya hanya akan dihadiri masing-masing kepala negara.
Pada sore hari, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00, para kepala negara ASEAN juga akan bertemu Perdana Menteri China Wen Jiabao dalam pertemuan KTT ke-15 ASEAN-China.
Sesi pertemuan ini diprediksi bakal menjadi perhatian utama mengingat salah satu isu panas akan dibahas di sini, terkait sengketa Laut China Selatan. Seperti diketahui, empat dari lima negara anggota ASEAN bersengketa dengan China di perairan itu. Keempat negara itu antara lain Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Dalam pertemuan Juli kemarin isu sengketa antara Filipina dan China di Beting Scarborough membuat buntu pertemuan yang berdampak gagalnya kesepuluh negara ASEAN mencapai kata sepakat dalam bentuk komunike bersama. Editor : Robert Adhi Ksp

KTT ASEAN 2012: RI JADI JURU RUNDING INTEGRASI EKONOMI ASEAN&ASIA TIMUR
Minggu, 18 November 2012 | 07:00 WIB; Yusran Yunus

PHNOM PENH-Negara-negara Asia Tenggara sepakat menunjuk Indonesia untuk menjadi motor penggerak dalam mengintegrasikan kekuatan ekonomi Asia Tenggara dan Asia Timur ke dalam pusaran ekonomi global. Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengatakan posisi RI sebagai ketua juru runding untuk implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan diformalkan dalam pertemuan para kepala negara Asean di KTT Asean ke-21 dan mitra dagang Asean pada 20 November 2012. “Konsep ini akan sejalan dengan persiapan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean/MEA (Asean Economic Community) pada 2015. Pada saat sama akan terjadi integrasi ekonomi Asean dengan mitra Asean – Asean + 6 – yakni China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru,” kata Gita Wirjawan di Pnhom Penh, Kamboja, Sabtu malam (18/11).

Dia menyebutkan konsep RCEP akan lebih menyatukan kekuatan ekonomi Asean sekaligus meningkatkan posisi tawar dalam perekonomian global terutama dalam menyiasati blok-blok integrasi ekonomi lain seperti China-Jepang-Korea Free Trade Area dan Trans-Pacific Partnership yang disponsori oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. “Kalau MEA dan RCEP ini berjalan paralel akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia yang sangat dahsyat. Bayangkan integrasi ekonomi Asean+6 dengan populasi sekitar 3 miliar, sebuah kekuatan pasar yang sangat besar,” ujarnya. Dia mengharapkan dukungan seluruh pihak di Tanah Air untuk ikut menyukseskan implementasi MEA pada 2015, yang dipastikan secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. “Setidaknya ada tiga faktor penentu keberhasilan dari MEA di tiap negara Asean yakni kemauan politik pemerintah dan legislatif, ekonomi dan pembangunan sosial. Di sini peran seluruh pemangku kepentingan sangat menentukan,” ujarnya. Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengapresiasi kerja keras pemerintah dalam memainkan peran kunci di lingkup Asean terutama dalam kesiapan menghadapi integrasi ekonomi Asean. “Kami akan ikut all out dengan memberikan dukungan politik dan alokasi anggaran demi suksesnya MEA pada 2015,” ujarnya. KTT Asean ke-21 dijadwalkan secara resmi dibuka hari ini (18/11) akan membahas empat hal signifikan yang menentukan masa depan ekonomi Asean yakni konektivitas Asean, akses permodalan untuk pertumbuhan, inovasi serta potensi energi terbarukan. Asean didirikan pada 1967 yang saat ini beranggotakan 10 negara masing-masing Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam.
Sumber: http://m.bisnis.com/articles/ktt-asean-2012-ri-jadi-juru-runding-integrasi-ekonomi-asean-and-asia-timur
Pakar: Hormati Kenyataan Sejarah Soal Peningkatan Strategi Asia-Pasifik
2012-11-18 15:05:30 CRI

Forum Xiangshan Ke-empat yang diselengarakan Lembaga Ilmu Militer Tiongkok hari ini ( 18/11 ) ditutup di Beijing. " Bagaimana meningkatkan saling percaya strategis antara negara Asia-Pasifik " menjadi fokus diskusi para wakil dari 21 negara. Para wakil berpendapat, kawasan Asia-Pasifik memiliki kepribadian sendiri, meningkatkan saling percaya strategis perlu menaati hukum perkembangan masing-masing, mempertahankan konsep inovasi, dengan aktif mencontoh pengalaman kawasan lainnya, menghormati dan membenarkan kenyataan sejarah, menyelesaikan pertikaian melalui perundingan. Forum berlangsung selama tiga hari dengan dihadiri oleh 60 lebih pakar dan sarjana terkait dari 21 negara, antara lain Tiongkok, Rusia, AS, Prancis, Jerman, India dan Jepang.

Sekjen ASEAN: Dasar Topik Laut Tiongkok Selatan Adalah Perdamaian
2012-11-18 15:17:48 CRI


Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan kemarin ( 17/11 ) di Phnom Penh, ibu kota Kamboja menyatakan, masih belum jelas apakah persengketaan di Laut Selatan Tiongkok akan menjadi tema utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, tapi semua tema persengketaan akan dilangsungkan secara damai dalam mekanisme dialog. KTT ASEAN ke-21 akan diadakan di Phnom Penh, ibu kota Kamboja hari ini, apakah masalah pertikaian Laut Tiongkok Selatan akan menjadi fokus, Surin Pitsuwan menyatakan bahwa dia masih belum jelas mengenai hal disebut, namun KTT ASEAN merupakan pertemuan para pemimpin untuk berbicara secara bebas dan mengajukan usulannya, topik pertikaian apapun yang diajukan akan berlangsung secara damai dalam mekanisme dialog.

Konferensi Menlu ASEAN Digelar di Phnom Penh
2012-11-18 15:16:50 CRI

Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN kemarin (17/11) diadakan di Phnom Penh, ibu kota Kamboja, para menteri luar negeri mencapai kesepakatan mengenai penandatangan " Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN ". Seusai konferensi, Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja Kao Kim Hourn menyatakankan, para menteri luar negeri ASEAN akan terus mengadakan konsultsi untuk mencapai kesepakatan mengenai " Patokan Aksi Para Pihak Laut Tiongkok Selatan ", dan akan mengikuti kemajuan yang tercapai. Selain itu, ASEAN juga akan meningkatkan kemitraan dengan Amerika Serikat sampai pada kemitraan strategi.

Deklarasi HAM ASEAN Hormati Prinsip-prinsip HAM Universal
Penulis : Christoporus Wahyu Haryo P | Minggu, 18 November 2012 | 11:30 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Rancangan Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) ASEAN menjadi salah satu topik pembahasan di tingkat menteri luar negeri ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, Jumat-Sabtu (16-17/11/2012). Rancangan ini sedianya dibahas dan ditandatangani di tingkat kepala negara.
"(Dalam pembahasan) tadi masih ada permasalahan yang cukup kompleks, tapi atas usul Indonesia ditegaskan bahwa dalam melaksanakan deklarasi ini, ASEAN akan mematuhi, menghormati, dan melaksanakan prinsip-prinsip HAM yang sifatnya universal," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sabtu (17/11/2012) malam di Phnom Penh, seperti dilaporkan wartawan Kompas Christophorus Wahyu Haryo P.
Menurut Marty, dokumen deklarasi HAM ASEAN ini sangat penting karena secara lugas mengidentifikasi berbagai elemen tentang HAM, baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Bahkan sebagian dari elemen itu diklaim lebih maju dari Deklarasi HAM universal.

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2012/11/18/11304138/Deklarasi.HAM.ASEAN.Hormati.Prinsip-prinsip.HAM.Universal

EKSPOR BAHAN TAMBANG: ATURAN EKSPOR GANJAL USAHA TAMBANG ZIRCONIUM
Minggu, 18 November 2012 | 15:57 WIB; Hanum KD

PANGKALAN BUN: Asosiasi Pertambangan Zirconium Indonesia (APZI) meminta pemerintah merevisi peraturan yang membatasi kadar minimum mineral ekspor karena mempersulit produsen nasional bersaing di pasar global. Ketua Umum APZI Ferry Alfiand mengatakan Peraturan Menteri ESDM no.7/2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pemurnian hanya mengijinkan pengusaha zirkonium Indonesia bersaing di pasar yang sangat kecil.
Peraturan yang disahkan pada 6 Februari lalu itu membatasi produsen hanya boleh mengekspor zirconium dalam bentuk zirconia (ZrO2+Hf) dengan kadar di atas 99%. Menurut APZI, pasar produk zirconia hanya 10% dari konsumsi global sedangkan produk zirconium silikat (ZrSiO4) yang menjadi 80% pasar justru tidak boleh diekspor. "Jika pengusaha zirconium Indonesia hanya bertarung di komoditas dengan pangsa hanya 10%, tak ada yang mau membangun pemurnian. Indonesia akan sempoyongan sendiri melawan pemain besar zirconium dunia," ujarnya akhir pekan lalu (17/11). Padahal menurut catatan APZI, Indonesia dapat mengekspor 20.000 ton zirconium per bulan, yang merupakan 90% hasil produksi, dengan tujuan utama ke China. Indonesia juga disinyalir merupakan produsen terbesar keempat di dunia setelah Australia, Afrika Selatan dan China untuk bahan tambang yang bisa disebut pasir emas itu. Namun, produsen zirconium Indonesia mendapat ganjalan dengan adanya Permen no.7 yang akan mulai diberlakukan pada 2014 nanti karena negara pesaing telah memiliki teknologi yang lebih unggul.
"Dari segi teknik produksi, Australia sudah menggunakan alat-alat berat canggih dengan galian dalam, sedangkan Indonesia baru menambang Zr dengan alat sederhana dengan kedalaman 1 hingga 4 meter dari permukaan tanah,” jelas Ferry. Dia menambahkan, konsumsi zirconium domestik mencapai 10.000 ton yang hampir seluruhnya diimpor dari China karena produsen dalam negeri belum dapat memenuhi kriteria kebutuhan. Sementara itu, produksi zircon sand (pasir zirkon) Indonesia semua diserap oleh China untuk diolah dan nanti diimpor kembali ke Nusantara.
Ferry mengatakan membatasi ekspor produk zirconium dengan kualitas itu berarti mematikan industri ini karena para pelaku usaha lebih memilih untuk menutup bisnis mereka untuk alasan tidak dapat bersaing secara global. Sebagai dampaknya, lapangan kerja akan hilang. Ferry mencatat untuk menghasilkan 2.000 ton per bulan dibutuhkan 3.000 orang untuk menjalankan 1.500 mesin penambang dan pengolah zirconium.
Angka tersebut belum termasuk buruh lepas untuk angkutan melalui truk dan pelayaran. “Bila bisnis tambang sektor ini tutup, ekonomi masyarakat Kalimantan Tengah sebagai penghasil terbesar Zirconium juga akan terkena dampaknya. Mulai dari jumlah pekerja, sektor transportasi perkapalan dan truk hingga pajak daerah berpotensi hilang bila industri ini tidak lagi berjalan.” Dia juga mencatat pajak daerah di luar Harga Penetapan Ekspor juga berpotensi hilang bila industri ini tutup. Di Kalimantan Tengah saja, industri zircon dapat menyumbang Rp6 miliar hingga Rp10 miliar per bulan dengan tarif Rp200 per ton.
Menurut Global Industry Analysts Inc, konsumsi zirconium dunia tahun 2012 diperkirakan mencapai 1,5 juta ton dan hampir setengahnya dikonsumsi oleh industri keramik. Produk zirconia dengan kadar 99% hanya dapat diserap oleh industri barang-barang berteknologi tinggi contohnya untuk pelapis mesin pesawat dan pemancing reaktor nuklir. Sementara itu, produk dengan pangsa pasar terbesar yaitu zirconium silicate dengan kadar cukup 66,7% banyak diminta sebagai bahan pelapis oleh industri keramik. (arh)
Sumber: http://m.bisnis.com/articles/ekspor-bahan-tambang-aturan-ekspor-ganjal-usaha-tambang-zirconium


Obama Kirim Kawat Kepada Hu Jintao
2012-11-18 15:15:34 CRI

Presiden AS Barack Obama dalam kawat kepada Presiden Tiongkok Hu Jintao Kami lalu ( 15/11 ) menyatakan, ia menghargai kemitraan kerja sama antara kedua negara yang diupayakan bersama dengan Presiden Hu Jintao dan persahabatan antara rakyat kedua negara. Pada tahun-tahun mendatang, ia akan terus mengupayakan pengembangan hubungan kedua negara, meningkatkan kemitraan kerja sama yang bermanfaat bagi kesejahteraaan rakyat, perdamaian, kemakuran regional maupun interansional.
Sumber: http://indonesian.cri.cn/201/2012/11/18/1s133071.htm

2.000-an Lebih Wartawan Liput KTT ASEAN
Penulis : Wisnu Dewabrata | Jumat, 16 November 2012 | 12:36 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS.com- Sedikitnya 2.246 orang jurnalis berbagai jenis media, sebagian besar berasal dari 49 negara, akan hadir meliput perhelatan akbar tahunan organisasi negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN), 15-20 November, di Phnom Penh, Kamboja.
Seperti dikabarkan, Kamboja sebagai tuan rumah ASEAN tahun ini untuk terakhir kalinya di masa jabatannya itu menggelar serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan Asia Timur, yang dihadiri para kepala negara dari 10 negara anggota ASEAN dan negara-negara mitra wicara lainnya.
Pihak panitia saat ditemui wartawan Kompas Wisnu Dewabrata di media center gedung Peace Palace, tempat seluruh pertemuan akan berlangsung, menjelaskan, pihaknya telah menyediakan sedikitnya 300 unit komputer dan sambungan internet, serta 48 booth untuk media elektronik di lokasi ini.
Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat ditemui Kompas Senin kemarin, sejumlah isu hangat akan menjadi topik pembahasan yang akan dibahas dalam KTT ke-21 ASEAN kali ini. Isu-isu hangat itu seperti sengketa Laut China Selatan, masalah Rohingya, dan juga sejumlah isu ekonomi lain.
Organisasi ASEAN berencana membentuk Komunitas Bersama ASEAN tahun 2015, di mana di antara kesepuluh Negara tadi akan memiliki kesalingterkaitan, baik dalam konteks politik dan keamanan, ekonomi, serta social dan budaya (ASEAN Connectivity).
Dalam KTT ASEAN kali ini juga direncanakan penandatanganan adopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN sekaligus pembentukan Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (AIPR), selain juga pengesahan kesepakatan ekonomi lainnya, baik antar ASEAN maupun dengan Negara mitra wicara lain.
Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2012/11/16/12363763/2.000-an.Lebih.Wartawan.Liput.KTT.ASEAN

AS Akan Tingkatkan Diplomatik Ekonomi Asia
2012-11-18 15:13:28 CRI

Di samping mengalih titik berat strategis ke Asia-Pasifik, AS juga akan meningkatkan diplomatik ekonomi di Asia. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton di Singapura kemarin (17/11). Hillary Clinton mengatakan, faktor ekonomi semakin menentukan konfigurasi strategis, sejumlah negara kuat non militer juga dapat menjadi negara besar global dengan kekuatan ekonomi. Tahun lalu dia mengemukakan konsep " taktik diplomatik ekonomi ", AS sedang mengatur titik berat diplomatik, meletakkan ekonomi pada posisi yang lebih penting dan menemukan solusi atas tantangan strategis dari lapisan ekonomi.

Wen Jiabao Tiba di Phnom Penh
2012-11-18 16:43:21 CRI

Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao sore hari ini ( 18/11 ) tiba di Phnom Penh, ibukota Kamboja untuk menghadiri pertemuan pemimpin Tiongkok-ASEAN ke-15, KTT genap 15 tahun kerja sama ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan dan KTT Asia Timur ke-7 serta mengadakan kunjungan resmi di Kamboja. Wen Jiabao menyatakan kepada wartawan di tengah perjalanan ke Phnom Penh, bahwa kerja sama Asia Timur berkembang cepat dan mencapai keberhasilan, namun menghadapi pula tantangan. Di bawah latar belakang melambannya pemulihan ekonomi dunia dan ekonomi Asia Timur mengalami tekanan penurunan, maka satu-satunya pilihan tepat adalah koordinasi dan bersatu padu mengatasi kesulitan.
Sumber: http://indonesian.cri.cn/201/2012/11/18/1s133078.htm


TUNTASKAN MASALAH, BP PLC BUYBACK SAHAM US$5,9 MILIAR
Minggu, 18 November 2012 | 17:19 WIB; Newswire

LONDON: BP Plc berencana membelanjakan dana sebesar 3,7 miliar pound atau US$5,9 miliar untuk membeli kembali sahamnya (buyback) setelah kesepakatan pada pekan lalu untuk membayar penalti terkait bencana the Deepwater Horizon. Kabar tersebut dilansir oleh Sunday Times, tanpa mencantumkan sumber. BP menyatakan (15/11) akan membayar penalti sebesar US$4,5 miliar untuk menyelesaikan perkara hukum dan tuntutan atas kecelakaan di salah satu fasilitas pengeboran lepas pantainya. Pada 2010, fasilitas pengeboran perseroan di Teluk Meksiko meledak dan menewaskan 11 pekerja, serta menumpahkan minyak mentah ke lautan. Kecelakaan ini disebut dengan bencana the Deepwater Horizon. Dengan pembayaran denda ini, maka BP tidak perlu menghadapi tuntuan berikutnya dari pengadilan federal Amerika Serikat (AS), tapi mungkin masih harus membayar lebih untuk mengatasi aksi protes masyarakat. Sunday Times mengungkapkan perusahaan minyak asal Inggris itu yakin dapat berhemat hingga 3,7 miliar pound dengan memulihkan harga sahamnya yang anjlok hingga lebih dari 30% setelah kecelakaan tersebut. (03/arh)
Sumber:http://m.bisnis.com/articles/tuntaskan-masalah-bp-plc-buyback-saham-us$5-9-miliar 
Sumber> Radio China Internasional : http://indonesian.cri.cn/news09.htm

Obama akan Desak Myanmar Putus Hubungan Korut
LA Times; Minggu, 18 November 2012, 08:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana membahas hubungan militer antara Myanmar dan Korea Utara saat kunjungannya ke Myanmar. Obama yang tengah dalam perjalanan menuju Asia tersebut akan mendesak Myanmar memutus hubungan militer dengan Korea Utara.
Presiden AS Barack Obama berangkat menuju Myanmar, Sabtu (17/11) waktu AS atau Ahad (18/11) waktu Asia. Menggunakan pesawat Air Force One, rombongan Obama bertolak ke Asia dan dijadwalkan akan berkunjung pula ke Thailand dan Kamboja sebelum mendarat di Myanmar.
Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes mengatakan, Obama akan menghelat dialog dengan pemerintah Myanmar terkait hubungan dengan Korea Utara. Pemerintah AS melihat hubungan militer kedua negara dapat memicu banyak masalah terutama terkait reformasi demokrasi Myanmar.
"Presiden akan berdialog dengan pemerintah Burma (Myanmar) tentang perlunya mengurangi hubungan mereka dengan Korea Utara. Kami melihatnya (hubungan tersebut) sebagai masalah dimana mereka (Myanmar) telah mulai bergerak ke arah positif (Reformasi demokrasi). Kami ingin memperkuat tindakan itu dan sekali lagi, melihat Burma memutuskan hubungan militer dengan Korea Utara," tuturnya.
Seperti dikabarkan, Obama berkunjung ke Myanmar dalam upaya permasalahan demokrasi dan kekerasan etnis di yang terus merenggut hak Muslim Rohingya di negara Asia Tenggara tersebut.

"Selain reformasi demokrasi, kami pun prihatin dengan konflik etnis yang terus berlangsung di Burma (Myanmar)," tutur Rhodes.
Tur Obama akan menjadi perjalanan bersejarah. Pasalnya, ia merupakan presiden AS pertama yang berkunjung ke Myanmar. Obama dijadwalkan kembali ke Washington Rabu pagi mengingat terdapat masalah internal yakni pajak AS yang harus diselesaikan Obama. Konflik internasional antara Gaza dan Israel pun merenggut banyak perhatian Obama.

Redaktur: Fernan Rahadi
Reporter: Afriza Hanifa
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/11/18/mdnsft-obama-akan-desak-myanmar-putus-hubungan-korut


Obama Hadiri KTT ASEAN
Minggu, 18 November 2012, 13:26 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH – Presiden AS Barack Obama dijadwalkan tiba di Phnom Penh, Senin (19/11). Ia akan mengikuti pertemuan para pemimpin ASEAN-Amerika Serikat.
Pertemuan ini masih terkait dengan penyelenggaraan KTT ASEAN ke-21 yang berlangsung mulai 18 November.
Obama akan tiba bersama Menlu AS Hillary Rodham Clinton. Sebelumnya, mereka mengunjungi Myanmar. Keduanya akan meninggalkan Phnom Penh pada Kamis (20/11).
Selain mengikuti pertemuan dengan negara-negara ASEAN, Amerika Serikat juga hadir pada KTT Asia Timur ke-7.
Lawatan luar negeri Obama kali ini merupakan yang pertama setelah ia terpilih kembali sebagai presiden AS. Tercakup di dalamnya pula, kunjungan ke Thailand. Amerika berkepentingan besar dalam membina hubungan dengan ASEAN untuk menghadapi kian kuatnya pengaruh Cina di kawasan ini.
ASEAN meliputi kawasan dengan jumlah penduduk mencapai 600 juta jiwa dengan total pendapatan 1,85 triliun dolar AS atau sekitar Rp 16.500 triliun. Perhimpunan bangsa-bangsa ini akan meningkatkan status menjadi Masyarakat ASEAN pada 2015.
Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, juga hadir pada rangkaian acara tersebut, Demikian pula Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, PM Jepang Yoshihiko Noda, PM India Manmohan Singh, PM Australia Julia Gillard, dan PM Selandia Baru John Key.
Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Arys Hilman, laporan langsung dari Phnom Penh
Sumber:http://www.republika.co.id/berita/internasional/asean/12/11/18/mdo6sx-obama-hadiri-ktt-asean

AS Bela Israel dan Salahkan Palestina
Minggu, 18 November 2012, 09:1

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, Sabtu waktu setempat.
Mereka membahas bagaimana kedua negara bisa membantu mengakhiri meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza.
Ben Rhodes, deputi penasehat keamanan nasional Gedung Putih, mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat menginginkan hal yang sama seperti keinginan Israel yang ingin berdamai. AS ingin mengakhiri serangan-serangan roket terhadap Israel oleh para pejuang Palestina di Gaza.
''Amerika Serikat menekankan diplomasi dan de-eskalasi sebagai kunci untuk memecahkan konflik,'' kata Rhodes menambahkan.

Israel Serang Gaza Gunakan Senjata Terlarang
Minggu, 18 November 2012, 06:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Unit Komite Kesehatan (UHCC) menuduh bahwa penjajah Israel sengaja menargetkan anak-anak dan perempuan Gaza dengan menggunakan senjata yang dilarang di dunia internasional. Hal ini juga dikemukakan Alaa M Siraaj, Humas Rumah Sakit As-Syifa Gaza, kepada koresponden MINA di Jalur Gaza.
Siraaj mengungkapkan bahwa fakta yang terungkap di lapangan menunjukkan banyaknya korban serangan rudal pesawat tempur Zionis yang tidak wajar. Siraaj juga menunjukkan foto-foto korban dengan tubuh mereka  hangus terbakar karena efek yang ditimbulkan senjata penjajah.
''Ini jelas merupakan efek kimia yang terkandung dalam rudal-rudal yang mereka jatuhkan,'' kata Siraaj seperti dikutip MINA.
Siraaj mengungkapkan kebengisan lainnya yang dilakukan oleh pihak Zionis dengan menjadikan sipil sebagai sasaran serangan mereka. Ada 11 bayi yang menjadi sasaran keberingasan Zionis tersebut. Selain korban dari anak-anak, tiga orang wanita dan empat manula telah menjadi korban serangan Zionis Israel.
Penargetan Israel terhadap anak-anak dan perempuan merupakan pelanggaran mencolok dalam hukum dan konvensi internasional. UHCC menyeru seluruh organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia serta WHO maupun UNICEF untuk melindungi anak-anak Palestina dari korban penargetan Israel.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: MINA/Alresalah.ps
url: http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/18/mdnnh8-israel-serang-gaza-gunakan-senjata-terlarang

Israel Serang Gaza Gunakan Senjata Terlarang
Minggu, 18 November 2012, 06:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Unit Komite Kesehatan (UHCC) menuduh bahwa penjajah Israel sengaja menargetkan anak-anak dan perempuan Gaza dengan menggunakan senjata yang dilarang di dunia internasional. Hal ini juga dikemukakan Alaa M Siraaj, Humas Rumah Sakit As-Syifa Gaza, kepada koresponden MINA di Jalur Gaza.
Siraaj mengungkapkan bahwa fakta yang terungkap di lapangan menunjukkan banyaknya korban serangan rudal pesawat tempur Zionis yang tidak wajar. Siraaj juga menunjukkan foto-foto korban dengan tubuh mereka  hangus terbakar karena efek yang ditimbulkan senjata penjajah.
''Ini jelas merupakan efek kimia yang terkandung dalam rudal-rudal yang mereka jatuhkan,'' kata Siraaj seperti dikutip MINA.
Siraaj mengungkapkan kebengisan lainnya yang dilakukan oleh pihak Zionis dengan menjadikan sipil sebagai sasaran serangan mereka. Ada 11 bayi yang menjadi sasaran keberingasan Zionis tersebut. Selain korban dari anak-anak, tiga orang wanita dan empat manula telah menjadi korban serangan Zionis Israel.
Penargetan Israel terhadap anak-anak dan perempuan merupakan pelanggaran mencolok dalam hukum dan konvensi internasional. UHCC menyeru seluruh organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia serta WHO maupun UNICEF untuk melindungi anak-anak Palestina dari korban penargetan Israel.

Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: MINA/Alresalah.ps
url:http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/11/18/mdnnh8-israel-serang-gaza-gunakan-senjata-terlarang
Hamas: Israel Akan Membayar Kejahatan Mereka
Minggu, 18 November 2012, 08:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sami Abu Zuhri, jubir Hamas, menegaskan bahwa serangan Israel terhadap rumah keluarga Shalah di Jalur Gaza  utara adalah bukti sebagai serangan yang disengaja atas warga sipil Palestina. Serangan telah melukai 30 warga Palestina.
''Israel akan membayar harga dari kejahatan mereka yang sudah melampaui batas dan hukum,'' kecam Abu Zuhri dalam pernyataan pers tertulisnya, Sabtu (17/11), seperti dikutip infopalestina.
Abu Zuhri juga menilai ancaman Israel akan menggelar serangan darat tidak akan menggentarkan Hamas dan bangsa Palestina. Israel justru akan menyesal dengan keputusan itu.

Berita Terkait Lainnya:
Kirim Pesan SOS ke Obama, Warga Kamboja Ditahan
Wahyu Dwi Anggoro; Jum'at, 16 November 2012 16:17 wib
PHNOM PENH - Delapan warga Kamboja ditangkap oleh kepolisian karena menulis tanda SOS atau pesan darurat di sebelah foto Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Tanda tersebut mereka buat untuk meminta tolong kepada Obama, agar mencegah rumah mereka digusur oleh Pemerintah Kamboja.

Warga yang ditahan itu menulis tanda SOS di atap rumah mereka, yang terletak tidak jauh dari bandara di Ibu Kota Phnom Penh. Bandara itu akan menjadi tempat pendaratan pesawat kepresidenan Obama saat ia melakukan kunjungannya ke Kamboja. Obama melakukan kunjungan ke Kamboja untuk mendatangi KTT ASEAN yang akan diselenggarakan pada minggu ini. Obama akan menjadi presiden AS pertama yang melakukan kunjungan ke Kamboja.
Aktivis HAM mengatakan, Pemerintah Kamboja melakukan penahanan tersebut untuk menjaga reputasinya di dunia internasional. Pemerintah Kamboja tentunya tidak ingin tercoreng citranya, di saat Kamboja menjadi tuan rumah dari acara bertaraf internasional. "Pihak Kepolisian menangkap kedelapan warga itu hanya untuk menanyakan motif dari tindakan mereka," ujar Juru Bicara kepolisian Kamboja, Kirt Chantharith, seperti dikutip AFP, Jumat (16/11/2012). Sebagai persiapan dibukanya KTT ASEAN, Pemerintah Kamboja juga telah membersihkan Ibu Kota Phnom Penh daripengemis dan pedagang jalanan. Kehadiran mereka dianggap membuat kota itu terlihat kumuh.(faj)
Dikunjungi Obama, Warga Myanmar Heboh
Wahyu Dwi Anggoro; Minggu, 18 November 2012 11:01 wib
YANGON - Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Myanmar menjadi pembicaraan hangat diantara warga Myanmar. Kunjungan Obama itu merupakan kunjungan Presiden AS yang pertama kalinya ke Myanmar dalam sejarah hubungan kedua negara tersebut.
Obama akan melakukan kunjungan selama enam jam ke kota Yangon, Myanmar. Dalam kunjungan tersebut Obama akan bertemu dengan Presiden Thein Sein dan pemimpin kelompok oposisi Aung San Suu Kyi. Obama juga akan melakukan kunjungan ke Universitas Yangon yang selama ini dianggap sebagai pusat kegiatan kelompok oposisi Myanmar.
Dalam kunjungannya ke Myanmar, Obama hanya akan mendatangi kota Yangon dan tidak pergi ke ibu kota Myanmar, Nyapyidaw. Banyak kalangan yang menyetujui tindakan tersebut. “Saya senang Obama tidak berkunjung ke Nyapyidaw, Nyapyidaw hanyalah tempat rezim militer berkumpul," ujar Than Lwin, seorang guru dari negara bagian Kachin Seperti dikutip Associated Press, Minggu (18/11/2012).
Banyak warga Myanmar yang berharap terhadap kunjungan Obama tersebut. “Saya kira AS akan membantu masyarakat Myanmar, Tidak seperti China yang hanya berurusan dengan pemerintah saja. Kami sangat berharap AS dapat membantu kami”, ujar Wizaya seorang biksu.
Namun ada juga warga Myanmar yang skpetis terhadap kedatangan Obama tersebut. “Selama 50 tahun AS tidak pernah membantu rakyat Myanmar yang ditindas rezim militer. Saya kira Obama daang hanya untuk kepentingan ekonomi, perusahaan-perusahaan AS ingin membuka bisnisnya di Myanmar," ucap Hla Shwe seorang tahanan politik yang pernah dipenjara selama 25 tahun oleh rezim militer Myanmar.
Di bawah Presiden Thein Sein, Myanmar melakukan prosees reformasi yang mengakhiri berkuasanya rezim militer di negara tersebut. Thein Sein melepaskan tahanan-tahanan politik, melonggarkan sensor pemerintah, dan mengizinkan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi masuk dalam parlemen.(faj)

Sumber:http://international.okezone.com/read/2012/11/17/411/719611/dikunjungi-obama-warga-myanmar-heboh
China: Konflik Laut China Selatan Tak Halangi KTT Asia Timur
Wahyu Dwi Anggoro; Sabtu, 17 November 2012 18:05 wib
PHNOM PENH - China menyatakan, sengketa yang terjadi atas Kepulauan Spratly tidak akan menganggu jalannya KTT Asia Timur yang akan diadakan di Phnom Penh, Kamboja minggu ini. China berhadapan dengan negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei dalam klaimnya atas Kepulauan yang terletak di perairan Laut China Selatan itu.

Wakil Menteri Luar Negeri China Fu Ying mengatakan bahwa sengketa atas Kepulauan Spratly tersebut masih berada dalam tahap wajar. Menurutnya sengketa wilayah ini masih dapat dikendalikan oleh negara-negara yang terlibat.
“Banyak orang menganggap situasi di Laut china Selatan saat ini sudah genting. Padahal selama ini China dan negara-negara yang terkait lainnya berhasil menjaga agar konflik tidak meningkat," ujar Fu Ying, seperti dikutip Reuters, Sabtu (17/11/2012).
“Negara-negara di kawasan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi melalui jalur negosiasi damai," tambahnya.
Fu Ying memperingatkan pihak lain tidak perlu mencampuri sengketa yang dimiliki oleh china dengan beberapa negara Asia Tenggara. “ Bila pihak lain ingin ambil bagian, mereka harus memberikan kontribusi yang positif dan tidak hanya melakukan provokasi," ucapnya.
Pernyataan kerasnya tersebut dapat dikaitkan dengan kehadiran Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia yang makin menguat. AS selama ini tidak rela melihat negara-negara di Asia mulai terpengaruh dengan meningkatnya kekuatannya China.
KTT Asia Timur merupakan bagian acara dari KTT ASEAN yang akan diselenggarakan pada 18 hingga 20 November di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh. Selain diikuti oleh negara anggota ASEAN, KTT Asia Timur juga dihadiri oleh kepala negara atau pemerintah dari negara-negara penting, antara lain AS, China, Rusia, dan India.(faj)

Sumber : http://international.okezone.com/read/2012/11/17/413/719594/china-konflik-laut-china-selatan-tak-halangi-ktt-asia-timur

Kepala Negara Dunia Hadiri KTT ASEAN dan Asia Timur
Penulis : Wisnu Dewabrata | Jumat, 16 November 2012 | 11:46 WIB
PHNOM PENH, KOMPAS.com - Sejumlah kepala negara, terutama kesepuluh negara anggota ASEAN, negara mitra wicara, serta perwakilan atau kepala institusi internasional dipastikan akan berdatangan di Phnom Penh, Kamboja, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan KTT terkait lain, yang akan digelar di gedung Peace Palace.
Dari daftar kedatangan yang diterima Kompas di media center gedung Peace Palace, Jumat (16/11/2012), diketahui para kepala negara itu sudah akan mendarat di Phnom Penh sepanjang 17-19 November mendatang. Beberapa kepala negara mitra wicara ASEAN yang dijadwalkan hadir antara lain Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan Perdana Menteri China Wen Jiabao, ketiganya tiba di Phnom Penh pada Senin (19/11/2012). Sedangkan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan Perdana Menteri Selandia Baru dijadwalkan tiba, Selasa (20/11/2012).
Namun begitu rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat terpilih kembali, Barrack Obama, masih belum dipastikan didaftar rencana ketibaan ini. Obama dipastikan akan mengadakan lawatan perdana setelah terpilih kembali ke tiga negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, bahkan Myanmar. Kunjungan itu dipastikan menjadi simbol penguatan kebijakan "Pivot Asia"negeri adidaya itu.
Dalam siaran persnya Kamis kemarin, pihak Gedung Putih memastikan Obama akan menggelar pertemuan dengan PM China dan Jepang, Selasa (20/11/2012), di pertemuan sampingan KTT Asia Timur (EAS), yang juga menjadi rangkaian acara KTT ASEAN kali ini.
Sementara itu beberapa pemimpin atau perwakilan institusi internasional yang dijadwalkan hadir antara lain Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani, Presiden Asian Development Bank Haruhiko Kuroda, Managing Director IMF Christine Lagarde, Direktur Jenderal WTO Lamy Lucien Fernand Pascal, dan Sekretaris Jenderal UNCTAD Supachai Panitchpakdi. Editor : Rusdi Amral

Sumber:http://internasional.kompas.com/read/2012/11/16/11464876/Kepala.Negara.Dunia.Hadiri.KTT.ASEAN.dan.Asia.Timur

Kawat Ucapan Selamat atas Terpilihnya Xin Jinping sebagai Sekjen PKT
2012-11-17 14:58:19 CRI
Baru-baru ini sejumlah pemimpin dari sebagian negara dan partai politik berturut-turut mengirim kawat atau surat kepada Tiongkok untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya Xi Jinping sebagai Sekretaris Jenderal Komite Senteral Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-18. Presiden Uzbekistan Islam Karimov dalam suratnya menyatakanyakin bahwa dengan dukungan dari Xi Jinping, Uzbekistan dan Tiongkok akan melaksanakan Deklarasi Bersama tentang pembinaan hubungan kemitraan strategis bilateral demi kesejahteraan rakyat kedua negara.
Presiden Kyrgystan Almazbek Atambayev dalam kawat ucapan selamatnya mengatakan, dengan pimpinan PKT, Tiongkok telah mencapai hasil yang mengagumkan dalam pelaksaan keterbukaan, serta reformasi sosial dan ekonomi. Ia yakin, pedoman yang diteirma baik dalam Kongres Nasional ke-18 akan menguntungkan kedua negara untuk memperkokoh hubungan persahabatan dan saling menguntungkan.

Sumber: http://indonesian.cri.cn/201/2012/11/17/1s133061.htm
INFORMASI SEPUTARAN ASEAN 17 - 18 Nov 2012
Minggu, 18 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...